Monday, 26 October 2009

Syukur atau kufur?

Malaikat Izrail visits us 70 times a day; which means that we have 70 potential deaths each day! And yet here we are still living. Syukur alhamdulillah! Allahuakbar!

Sometimes we overlook at the things we should be thankful for. Yes, banar, andang banar kitani selalu bersyukur, but often related to money or rezeki. Those, indeed, mesti kitani syukuri; but there are a lot of other things yang patut lagi kitani syukuri. Seperti apa?

Nikmat Allah. Apa kan nikmat Allah ani? Macam-macam! Kitani dapat melihat, nikmat! Kitani dapat mendengar, nikmat! Kitani dapat berjalan, nikmat! Kitani dapat berfikir, nikmat! Semua nikmat! Each day selalu kah kitani ingat akan nikmat Allah? Sebelum kita tidur, ada kah kitani teringat untuk bersyukur akan nikmat-nikmat Allah? (Kitani diberi peluang untuk tidur, merasakan keenakkan katil yang empuk lagi nyaman, masya Allah, nikmat!)

Setiap kali kitani teringat untuk solat, kalau bukan kerana kehendak Allah, kitani tidak akan teringat untuk solat! Allah yang menjadikan kitani ingat untuk solat! Selalu kah kitani bersyukur kerana ingat untuk solat? Jarang sekali

Sama jua kalau ada orang yang memberi kitani peringatan untuk solat, or melarang untuk membuat dosa. Kalau bukan kerana Allah, nada orang yang akan mengingatkan kitani! Nada orang yang akan melarang kitani! BUT BECAUSE OF ALLAH! You see HOW MUCH Allah loves you?

Nasi, ikan, ayam dan sayur yang tersedia diatas piring kitani, kalau bukan kerana Allah, inda ia kan sampai disana. Allah takdirkan jua makanan atu untuk kitani makan! Kalau Allah inda sayang kitani, inda ia kan takdirkan barang-barang baik untuk kitani! Tapi ia bagi jua kitani rezeki! YOU SEE MUCH ALLAH LOVES YOU? But what have we done in return for Him? Do we love Allah the way He loves us?

We humans are like parasites. Yes, indeed, we are.

Cemana kitani kan bersyukur? We often compare ourselves with people who are more successful or richer than us. We should be comparing ourselves with people who are unfortunate than us sebenarnya. Compare the hungry kids in South Africa yang terpaksa minum air kamih kerabau to quench their thirst, and kitani yang diberi peluang untuk menikmati Teh C Special yang sajuk. Our brothers and sisters in Palestine yang sentiasa dibelenggu Yahudi kufar lagi durjana; and kitani di Brunei ani yang selesa serta aman sekali.

From surah Ibrahim, ayat ke-7: [Dan (ingatlah) ketika Tuhan kamu memberitahu: “Demi sesungguhnya! Jika kamu bersyukur nescaya Aku akan TAMBAH nikmatKu kepada kamu, dan demi sesungguhnya, jika kamu kufur ingkar sesungguhnya azabKu amatlah keras”.] From this ayat, we can gather that bersyukur ani satu kewajipan, bukan perkara sunat, bukan perkara harus, tapi W-A-J-I-B, wajib. Pasal kalau kitani inda besyukur, kitani sebenarnya ingkar (kufur nikmat); and if kitani ingkar, azab yang berat menunggu kita!

Bersyukur ani bukan hanya kegiatan lisan, it ain't just reciting alhamdulillah. Sabitkan kalimah syukur atu kedalam hati, dan di dalam setiap tingkah laku. Insya Allah.

3 comments:

Anonymous said...

Malaikat Izrail visits us 70 times a day; which means that we have 70 potential deaths each day!
Bro : curious..which hadith?dimana i cud find it?jzk

jirin said...

Sebuah hadis nabi s.a.w yang diriwayatkan oleh Abdullah b Abbas r.a., bahawa Rasullulah s.a.w bersabda yang bermaksud, ' Bahawa malaikat maut memerhati wajah setiap manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari.' ketika Izrail datang merenung wajah seseorang, didapati orang itu ada yang sedang bergelak ketawa.

Maka berkata Izrail:

' Alangkah hairannya aku melihat orang ini, sedangkan aku diutus oleh Allah taala untuk mencabut nyawanya, tetapi dia masih berseronok-seronok bergelak ketawa'

wallahuálam

Ibnu Salih said...

Assalamualaikum brother,

According to authentic hadeeth, there are only 8 known Angels known and Izrail is not one of them. There is of course the Angel of Death or Malaikatul Maut but there is no specific name given to him.
The link for more info is here:
http://www.islam-qa.com/en/ref/843/angels

So we have to be careful where we get our hadeeth. If the hadeeth is daif(weak) or even worse, a lie ie fabricated, then we will be committing a sin.

And it was narrated from Abu Hurayrah (may Allah be pleased with him) that the Messenger of Allah (blessings and peace of Allah be upon him) said:

“Whoever tells a lie about me deliberately, let him take his place in Hell.” Agreed upon.

Here's a link:
http://www.islam-qa.com/en/ref/135763/fabricating%20a%20lie

I hope you don't take this comment as an attack but as an advice from a muslim brother to another.

May Allah grant you the path to the straight path. Ameen.