Thursday, 25 June 2009

Seek for Allah

Sebagai manusia, memang sudah fitrah yang ketani ani lemah dan mudah lupa. Ada diantara ketani ani, terlampau selesa dengan ilmu pengetahuan yang ketani ada. Ketani lupa yang ketani ani sentiasa dalam keadaan kekurangan. Tentang islam, ketani mungkin akan berkata bahawa ketani tahu atau sudah mengenali Islam. Tetapi, adakah ketani faham, benar-benar faham, tentang agama ketani?

Allah mencintai hamba-hambanya yang sentiasa menuntut ilmu; apa saja jenis ilmu yang mendatangkan kebajikan, biochemistry kah ia, engineering kah ia, architecture kah, sociology kah, apa kah, asal saja bukan ilmu kotor atau ilmu hitam. Memang menuntut ilmu ani satu tuntutan dalam agama ketani. Tetapi, ingatlah wahai anak Adam sekalian, Allah LEBIH mencintai hamba-hambanya yang sentiasa mencari ilmu yang berkait-paut dengan agama nya, iaitu agama Islam ketani. Kalau ketani mencari ilmu tentang Islam, ketani sebenarnya mendekati dan mengenali Allah. Kalau ketani mendekati Allah, insya Allah, ketani akan didekatiNya jua. Hence, kalau ketani menjauhi Allah, nescaya ketani akan dipinggirkanNya sebagaimana ketani telah meminggirkanNya. Nauzhubillah.

Walaupun ramai diantara ketani sudah abis darjah 6 sekolah agama dulu, jangan dititik-noktahkan disana pencarian ilmu Islam. Walaupun kebanyakkan diantara ketani masa ani belajar kursus-kursus ataupun bekerja di dalam jurusan lain, ketani boleh, pada masa yang sama, mencari ilmu Islam secara tidak formal, seperti memahami Tafsiran Al-Qur’an dan Al-Hadith, membaca buku-buku islami, mendengar ceramah-ceramah islami, menghampiri atau berkawan dengan orang-orang yang faham agama, dan sebagainya. Macam-macam caranya. Semua ani boleh ketani usahakan. Apa nya orang, di mana ada kemahuan, di situ ada jalan.

In my honest opinion, I really think it is important for us to make friends with people who we know understand Islam. They may not necessarily be dikalangan ustaz atau ustazah. They can be any of our friends. I am sure ada diantara kawan-kawan ketani, walaupun muda, memahami agama. Kalau inda pun, perhaps kenalan atau friend of a friend.

There are some people who believe that they are better off learning Islam atau beribadat themselves. This, I totally reject. If indeed, kan buat perkara baik-baik atu ketani patut buat bersendiri-sendiri, then Rasulullah SAW, as our leader, would have set that example, he would have stayed in Gua Hira and not deliver Allah’s message to the rest if the ummah. He would have let everyone else find their way to Allah themselves. But, he didn’t. He exited Gua Hira with a mission to deliver Allah’s message to the rest of the ummah. Nabi Muhammad SAW is our leader, he is the best examplar and we should follow his footsteps.

If you hadn’t realised, ada banyak hadith Rasulullah SAW yang mempunyai content yang similar tapi di riwayatkan oleh sahabat baginda yang berlainan. This is a proof that Nabi Muhammad SAW was often surrounded by his sahabats. Again, this just supports the need of the ummah to unite together.

Cuba renung seketika. Dalam Al-Qur’an, apabila Allah menyeru manusia, Allah sering mengatakan ‘Wahai ORANG-ORANG beriman...’, tidak pula Dia mengatakan ‘Wahai ORANG beriman’. This is a clear evident that Islam ani bukan untuk ketani secara individu sahaja, tetapi untuk seluruh umatnya.

Macam main bola wah, inda jua siuk kalau ketani main sorang-sorang. Lagi siuk kalau ketani ada team kan. Sama jua dalam context mendekati Allah ani, lagi siuk kalau ketani ada kawan-kawan yang mempunyai agenda yang sama. It will be much more effective. Aku buat salah, kawan ku tagur aku. Kawan ku salah, aku tagur ia. Kalau ketani sendiri-sendiri, then ketani buat salah, siapa tah kan menagur ketani? Kan?
Surah At-Taubah, Ayat ke 71: "Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, SEBAHAGIAN MEREKA (ADALAH) MENJADI PENOLONG SEBAHAGIAN YANG LAIN. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan solat, menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana".
Ada satu Al-Hadith atu, kira-kira bermaksud along the lines of: Kalau ketani kan bekawan ani, ada dua jenis kawan. Kalau ketani bekawan sama petukang minyak wangi, kalau inda pun ia membari ketani minyak wangi, at least ketani dapat mencium bau wangi nya atu. Kalau ketani bekawan sama petukang besi, kalau inda pun ketani terkena percikan api, we are more likely to ampit bau busuk si petukang besi atu. In other words, if you befriend good people, you are most likely to be influenced to be good. If you befriend bad people, you are most likely to be influenced to be bad. So, take your pick. Hehe. At the same time, do not leave your friends yang so-called 'bad' jua. Now, they've become your responsibilty to influence them to be good.

Ok, I don't think I have anything else to add. If you have anything else to add, by all means, sambung saja post ani dalam section comments :)

Monday, 1 June 2009

Jangan suka ketawa

Memang inda dapat dinafikan, dan kamu semua pun tahu, aku ani andang jenis yang yang suka banar kan beibun. Beibun, beibun, beibun. Iatah ganya keraja ku kalau aku bejumpa dengan kawan-kawan ku. Ada pepatah inggeris yang mengatakan, bila di translate, kira-kira berbunyi: satu hari tanpa ketawa ialah satu hari yang terbuang.

Walaupun aku kaki beibun, aku tau statement atu inda lurus. Aku sebenarnya tau banyak ketawa ani andang inda bagus. Aku tau. Tau ku, setan suka kalau manusia beibun saja kerajanya. Tapi kenapa aku masih jua suka beibun?

Around a year ago, aku ada kemahuan untuk tone down sedikit. I tried, and I tried, but I keep on failing. In fact, aku rasa macam aku lebih teruk lagi. Antah, inda ku tau mengapa.

Kadang-kadang aku pikir, what is it that I’m trying to achieve by joking around saja keraja ku ani. Adakah aku mau orang disekeliling ku menyukai aku? Or do I want that satisfaction that I get when I make people happy? Whatever it was, it is clear that my goal in life was, in fact, FAULTY. I was probably so obsessed in making people to be fond of me, when in fact, sebenarnya aku secara tidak langsung lupa yang aku INDA melakukan apa-apa untuk membuatkan penciptaku, Allah 'Azzawajalla, untuk mencintaiku. I didn’t do anything to impress my creator, but INSTEAD aku cuba membuatkan manusia disekeliling ku suka kepada ku. I chose to please people around me instead of pleasing my Lord.

Sekarang, aku Insya Allah sedikit sebanyak menyedari apa yang salah dan apa yang lurus (macam baru baligh rasaku eh), kalau boleh aku inda mau lagi kan beibun. Bila ku sorang-sorang, memang ku bepikiran cematu. Tapi bila ku ditemukan sama kawan atau orang-orang yang sekepala sama aku, sikap ku yang suka beibun atu datang tia lagi sekali. Kadang-kadang inda sadar. Sekali sudah balik rumah, barutah kan istighfar. Baru tah sadar yang aku telah menhambakan diriku kepada syaitan yang mungkin telah menghasutku untuk beibun. Lamah aku atu, secara inda sedar, aku telah tunduk kepada hasutan syaitan.

Banyak ketawa boleh mematikan hati. Kalau hati ketani mati, hati ketani menjadi gelap. Dengan hati yang gelap, ketani inda akan mudah menerima hidayah Allah. Nauzubillah. Aku takut, takut ku aku berpaling semula ke jalan yang salah.

Nabi Muhammad SAW inda pernah ketawa, kalau baginda mendengar sesuatu yang lucu pun, paling-paling pun, baginda hanya akan tersenyum. This is the one attribute I’d like to mimic at the moment. Tapi payah. Tapi mungkin perlahan-perlahan, insya Allah. Tapi, ada suara di dalam hati ku mengatakan: “Jirin, kalau kau tone down, karang orang cakap kau boring”. Aku inda kira kalau kamu cakap aku boring, yang penting, Allah inda akan boring sama aku.

A friend’s personal message on my MSN reads out “Life in this world is nothing but a deceiving enjoyment 57:20” Sila renungkan.

Beibun, becali, becanda, ketawa, inda salah tapi mesti besederhana. Jangan saja nya orang ketawa sampai terburai segala isi parut, sudah, khalas! Kalau kamu mau tau lagi dengan lebih detail, kamu research sendiri. Ada limitations nya. Tapi pokoknya, aku mau pipe down, end of story. Reflect upon sabda Nabi Muhammad SAW yang sebuting ani: “Sebaik-baik urusan biarlah besederhana.”

Allahu'alam.

Monday, 25 May 2009

Dream worth dreaming

Last night, I dreamt of not going to work on a Monday. It was awesome. Epic. I woke up with tears of joy running down my cheeks, both my palms placed on my heart.

Sunday, 17 May 2009

Hijrah

Before understanding what the word 'hijrah' actually means, two things come to mind when someone mentions the word, one, Nabi Muhammad's migration from Makkah to Yathrib (Medinah), and two, the Islamic calendar system.

The word hijrah is not just limited to that definition which concerns migration to a new place, or just that word we put next to the Islamic year in writing. It is also defined as the change in one's current state to a better one. By 'state', I don't mean state as in Sarawak or Shanghai, I mean state as in attitude, character, or frame of mind. Secara straightforward, hijrah is like leaving all acts of sin and performing all acts claimed by Allah. Dengan meninggalkan segala dosa dan melakukan semua perkara yang Allah suruh, ketani telah berhijrah dari menjadi individu yang kurang baik / lemah / jahil untuk menjadi individu yang lebih baik / kuat / beriman / bertaqwa.

Apakah ketani inda mau yang terbaik bagi diri ketani sendiri? We ALWAYS have that option to hijrah or not to hijrah. Petunjuk atu kadang-kadang nya sedia ada, there are so many things in our daily life that can remind us of Allah, tetapi it is up to you absorb petunjuk atu ke dalam fikiran dan hati ketani. Sekiranya ketani ignore, sentiasa tia ketani dalam keadaan rugi.

Berniat kan berubah saja inda memadai, ketani mesti usaha jua. Well, bagus pulang tu ada niat sudah. After all that's how it starts, dari niat ketani. Tapi tanpa usaha, inda ketani kan begarak. Allah inda kan mengubah diri ketani kalau ketani sendiri inda berusaha mengubah diri ketani sendiri (reflect 8:53). He won't help us if we don't help ourselves. If we don't help ourselves, why should He? Sama jua dengan petunjuk atau hidayah, Allah inda kan membagi ketani pentunjuk kepada ketani UNLESS ketani sendiri mahu diberi petunjuk di lubuk hati ketani. Only Allah knows the contents of our heart. We may claim that we know how we feel. We may claim that we do want to change. But Allah knows what's hidden deep in our hearts, our innermost intentions (reflect 28:56).

Hijrah is a journey. It doesn't just happen as you click your fingers. Hijrah is a process, along which you will face challenges which will either make you turn back, or otherwise. If you turn back, you are weak. Allah sengaja bagi ketani these challenges, untuk menguatkan ketani. Allah is our creator, of course he knows what we're capable and incapable of. Sekiranya tah ketani inda mampu, Allah inda kan membagi ketani ujian atu. In other words, Allah knows ketani gerenti pass wah tu. Tapi, jangan lapas tangan cematu saja, usaha atu penting. Oh, sabar is another thing. Ketani mesti sabar (reflect 2:155) and NEVER EVER putus asa kepada Allah (reflect 39:53).

Ketani semua wajib berhijrah. Kalau ketani berfikiran: eh esok tah ku hijrah; lusa tah ku mula hijrah; 1 Januari 2020 tah ku hijrah; I'll hijrah when I'm old and grey; time ku tua. Masalahnya, benyawa ketani masih esok lusa? Jangan tah tahun 2020, esok pagi gerenti kah ketani hidup masih? Hijrah masa tua? Ada confirmation kah ketani sampat tua? We don't know. This whole hijrah thing, it's like dieting. A diet should never start tomorrow, it should start at this very moment.

"Insya Allah aku hijrah bila hati ku terbuka" - masalahnya, kalau inda tebuka? Cemana? Dengan itu, berusahalah untuk membuka nya. If you just stare at a door, it won't open by itself. First you have to come to the door. Then, you need to turn the door knob and push the door in order to open it. Kadang-kadang pintu atu berkunci lagi tu. So, find the key lah. Just waiting for the key to come won't help us. Now, once the door is open, don't just stand there, ENTER it. Enter it whole-heartedly. Surah Al-Baqarah Ayat ke 208:
"Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara KESELURUHAN, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah syaitan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu."
Semoga ketani semua diantara golongan yang berhijrah. Lets all leave our jahil selves, and together we devote ourselves to Allah The Almighty. Amin.

Sunday, 26 April 2009

Islam kan ketani ani?

Assalamuálaikum.

Ketani sebagai umat Islam, sorang-sorang tau apa isi Rukun Iman. Rukun Iman yang ke tiga reads out "percaya kepada kitab-kitab Allah". Sure, you can say you believe the Al-Qur'an. But do you really? Dengan mengatakan percaya, ketani jua mengatakan bahawa ketani percaya kepada setiap kata-kata Allah SWT dalam Al-Qur'an. With that said, you have also made a promise that you will obey all words of Allah within the kitab. So if you disobey His words, can you still say that you PERCAYA?

Islam is not just about reciting the Syahadah. It's not just praying five times a day. Not just about membayar zakat. Bukan sekadar puasa semasa bulan Ramadhan saja. Bukan setakat menunaikan Haji di Mekah. Yes, secara ASAS it probably is, but Allah ada berfirman di dalam Surah Ali-Imran ayat ke 110, yang kira-kira bermaksud:

"Umat Islam adalah umat yang terbaik dilahirkan buat manusia, kerana kamu menyeru kepada perbuatan makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka, ada yang beriman, namun kebanyakkan mereka adalah orang yang fasik."

If you analyse that ayat quoted above, Allah has clearly said that ketani orang Islam ani is the best among the human race he has ever created. Because ketani menyeru kepada perbuatan yang ditagih oleh Allah, mencegah dari perbuatan yang ditegah oleh Allah, dan ketani beriman kepada Allah. Tapi kalau ketani inda buat cematu? Cemana? Inda tah Allah recognise ketani sebagai umat yang terbaik (orang Islam) tu? Wallahu'alam. Allah has clearly given us a guideline untuk menjadi umat yang terbaik:

  1. Promote good deeds amongst ourselves.
  2. Prevent bad deeds amongst ourselves.
  3. Beriman kepada Allah.

Kenapa ketani mau jadi umat yang terbaik, you may ask yourself. Mengapa? Inda cukup kah kalau aku jadi umat yang sadang-sadang saja? Inda cukup kah kalau aku buat perkara-perkara dalam rukun Islam yang lima atu? You can, tapi atu lah umat Islam yang 'siuk sendiri' namanya. Ia tah ganya seorang kan beriman kepada Allah. Tapi inda ia mengajak orang disekelilingnya beriman. Inda ia melarang orang membuat dusa yang tarang-tarang dapan mata. Karit tu orang cematu atu namanya. That's usually the case here in Brunei, most of us have that "Aku, aku. Kau, kau." concept of thinking.

Di Brunei ani, we all have the mind set yang ketani ani sudah sebuah negeri Islam. We are too comfortable with the state of our country. Negara Brunei Darussalam ialah sebuah negara Islam. Tapi nya Islam banar kah ketani ani? Jadinya negara ketani ani negara Islam, automatically tah ketani ani Islam, so inda payah tah ketani beriman kepada Allah? Cukup kah sekadar arah IC ketani tertulis bahawa ketani bergama Islam?

Think, and reflect. Sila fikirkan dan renungkan. This entry is all over the place, but I hope you get the message I'm trying to convey. Semoga bermanfaat =)

Tuesday, 7 April 2009

Sacrifice

Sometimes ketani terpaksa sacrifice sesuatu, walaupun ketani inda sampai hati kan sacrifice, tapi kadang-kadang, mesti jua ketani sacrifice. Ketani tah inda kan suka apa ketani buat atu, tapi barangkali apa yang ketani buat atu boleh jadi kebaikan untuk ketani. Inda tah ketani tau apa kebaikannya barang atu untuk ketani, tapi Tuhan maha mengetahui.

(Based on Al=Baqarah Ayat 216)

Macam ubat. Andang pahit, inda ketani suka. Baik kah inda baik kah ubat atu untuk ketani, Tuhan saja yang tau. Dengan kuasanya ia baik, dengan kuasanya jua ubat atu inda baik arah ketani.

I hope orang yang aku mau paham, paham what I'm trying to do.

Salam.

Saturday, 4 April 2009

Useless TV

I hate it when they display TV sets in waiting areas without the volume on. Like, it just beats the purpose of the TV being put there. Kirakan, the main purpose of the TV being put in the waiting lounge is for people to not get cranky while waiting kan? So that we don't get all bored. But, if the volume is muted, inda tia pedah-pedah. Nahe. La.

Like the other day, I was waiting for my parents to keluar from the arrival hall. So I waited lah arah kerusi atu. They displayed a few TV sets and American Idol was showing. Tapi nada volume. It's American Idol! Mesti jua ku mendangar suaranya tu? See, if you show American Idol without the sound, it's no longer American Idol, Babau Idol barangkali!

Same thing happened today, I was at the post office. I had to send some documents overseas. I took my number and patiently waited for my number to be called. Yes, again, there was a TV. Tapi no sound jua. A ceramah was showing. Tapi antah, once again, ceramah babau kali!

I know you must be thinking: "Eh ani pun si Jirin kan mentalkan kah?" Inda pulang, tapi annoying wah, and I shit you not, I get annoyed really really easily. Like the other day, aku ani kan barus gigi wah (I know sudah pulang ku ceritakan ni arah Facebook), sekali ubat gigi ku ani macam tinggal sikit. Berabis-rabisan ku picik sampai keluar jua Colgate atu kirakan cukup-cukup untuk sekali barus gigi lah. Sekali apa nah, tegugur tia wah the toothpaste ah out of my toothbrush. Frust gila ku, I shit you not. Apa lagi, tarus ku talangkan wah barus gigi ah. Mental ku yo!

Awu, sekadar pulang ni, like hal-hal damit pun kan ku mentalkan. It's the build-up, trust me. Kes melapaskan garam wah tu banarnya. These are the only things I allow myself to be mental about, when in fact, in my mind, I'm actually mental about things that I can't publicly rant about. You understand? Anda faham? Entiende?

Okay aku mengantuk sudah. Salam!

Monday, 23 March 2009

I am Awu-man

I keep on saying this every time I update this blog: "it's been a while since I have updated." I think I lost the will to blog, macam it's not my subject of prior anymore. Dulu, honestly, aku obsess ni kan blog-memblog ani; apa saja yang ku pikirkan, iatah jua ku simpan dalam blog. Aku teliat kucing "becinta" di jalan raya pun kan ku ceritakan.

Now, antah. Penyakit "M'' kali bah. Penyakit ''M'' wah, penyakit malas. Kadang-kadang I feel like quitting jua. But I think I'd still like to blog from time to time, sekali-sekala. So I guess I'll just leave it and I'd update whenever I feel like it kali, Insya Allah.

Pasal keraja. Hmmm... I want to be able to come home to rest, you know? Not do more work. Having too much work can make you forget that you actually have a life. You tend to ignore or sacrifice the other definitions of life, like tranquility, sleep, joy, all those sort of stuff. I swear, esok lusa, inda lagi batah jadi robot wah ni aku ani. But I reckon it's just my lack of time management skills.

All is well though. I attended a health lecture at school last week, it was about stress management. Did you know that in Japan, in most big companies, they have allocated a "Stress Control Room" for their employees? What's in this Stress Control Room you may ask? They have a dummy of which the employees like to think as their supervisor. Kirakan, siapa stress arah supevisor/boss, masuk saja the Stress Control Room, kerajakan tia dummy atu and imagine macam banar.

I'm not sure to which extent the truth of this though. Cubatah ada di Brunei cematu ah? Dapat jua ku imagine it to be student yang inda mengantar keraja atau student yang kurang ajar arah ku. It could be called Bilik Kawalan Tekanan or something like that. Cuba saja sekali simpan dalam ofis ku, I assure you ancur tu oleh ku. Ge. Ren. Ti.

Tapi banar lah membari stress jua keraja ani kadang-kadang. Like last time kan, sudah di rumah baru ku sadar wah ada dakwat pen arah muka ku masa ku liat dalam ceramin time barus gigi. Macam, stress banar jua sudah tu? Sampai muka pun tertulis ani wah, inda lagi sadar tu. Jadinya masa aku mengajar, nampak tah students ku tu? Abis, gerenti kana ketawakan sudah ku keluar class. Ge. Ren. Ti.

Nanti lah lagi ku cerita-cerita.

Assalamu'alaikum.

Sunday, 15 February 2009

On lookalikes

So MANY people have been telling me that they have seen someone who looks like me. One of my students told me she has a friend who looks like me. My uncle saw someone at the mall who looked like me, he even called him out because he thought it was me. My cousins who go to Sharif Ali Secondary School told me there's a teacher there who looks like me. An Indonesian receptionist at Empire once told me his brother in Indonesia looks like me. Just the other day someone asked me if I was some Awangku Saiful's brother because apparently that Awangku Saiful looks like me. I don't even know an Awangku Saiful.

(Common sangat kali muka ku ani. Haha! Oh well, at least I have a unique name. I mean, I think there's only one Jirin in every 1 trillion people barangkali. What's the world population anyway?)

Maybe I was part of an octuplet and my parents gave out the other seven? Banyak possibilities nya ni. Atau antu kali wah yang durang liat macam aku atu. Antah ah, Tuhan ganya yang tau.

Speaking of lookalikes, there is someone in Indonesia who resembles the U.S. President, Barrack Obama. Observe the picture below.



I remember my uncle used to have an Indonesian maid who looked like a certiain Malaysian lame-ass comedian. Maybe, just maybe, everyone in this world has at least one of their lookalikes in Indonesia. I know I have one according to that Indonesian receptionist at Empire. Each country has their own unique slogans kan? Brunei: Abode of Peace, Malaysia: Truly Asia. Indonesia: City of Lookalikes. I can already hear the jingle in my head!

So if you got dumped by your boyfriend/girlfriend, don't worry. Know that you'll always have a spare one in Indonesia. No wonder their tourism industry is always booming. Not only do they have Bali, they have our lookalikes.

If you meet a Katy Perry, Jessica Alba, Megan Fox or Miss Japan-Universe 2006 lookalike, by all means, please deliver to my door step as soon as possible, thank you. I'll be ready with my white cara melayu, I promise.

Dear God, I hope all of those Jirin lookalikes are also fat, or fatter than me. Haha. Karang lari bini ku for the much skinnier one. I wonder if lookalikes share the same or maybe similar personalities? Perhaps not, because I have a friend who looks like Michael Jackson but isn't a pedophile. (At least, I don't think he's a pedophile, I hope he's not a pedophile!)

(I hate it when people ask me if I have plans for valentines. For one thing, I don't celebrate valentine's. Secondly, I am single wah baie eh. Inda payah tanya wah! Haha, mental~)

Monday, 12 January 2009

People Of Gaza

Please make your sincerest contribution to the People of Gaza. Click the link below.

Saturday, 13 December 2008

On sleep and other things

I sleep really early nowadays. For the past 2-3 weeks or so, I have been sleeping at around 8 or 9. Siapa cakap keraja ani inda mengalih? MENGALIH KALI AH. Office ku lagi tingkat 4. Old school lagi building ku pakai tangga. Bagus pulang tu naik tangga, and you would think that it would be membari kurus. You're wrong. Ku liat nada pun kurang kurang nya. Makin ada pulang. And especially now that I wear a button-up shirt and a tie to work, I look like as if I don't have a neck, and I'm serious.

So last night I dreamt of Katy Perry. She was like, hey I kissed a girl and I liked it. Apakan! Anyway, aku mimpi ia kawin sama aku wah. Sekali aku hairan wah, macam eh boleh kan ia kawin sama aku. Sekali ia cakap ia masuk Islam sudah. Woohoo, aku terima nikahnya Katy Perry Abdullah dengan mas kahwin $500 tunai. Sah? Sahhh!

Paloi ni kadang-kadang mimpi ani. Macam banar wah iatah sudah bangun membari sasak. Ada jua rasa kan menumbuk dinding kadang-kadang. But I think bagus jua lah mimpi-mimpi of that sort. In real life, something that interesting won't hapen to me, so mimpi pun kira okay lah. Cubatah, orang Brunei mana boleh kawin sama Katy Perry ah? Cubatah? At least aku pernah. Walaupun dalam mimpi yo. Tapi kalau banar-banar wah Katy Perry biniku... inda ku keluar rumah. Banar.
.
You know how salah satu daripada gangsa hantaran kalau orang kahwin atu is 'pembuka mulut' right? Gangsa pembuka mulut usually comprises of an amount of money and a ring. That got me thinking. Since that is our tradition, I'm guessing it has been around dari dulu sudah. Tepikir tia ku; jadinya it took those women back in the day an amount of money and a ring to finally buka mulut. How materialistic.
.
So kirakan newly weds ani malu-malu kali wah lapas nikah atu. Becakap pun malu. Sekali the husband would present the pembuka mulut supaya the bride will finally start talking: Wah, lawa cincin ani, Abang! (Sudah atu!) So a pembuka mulut ani kirakan ice breaker. Nada gangsa pembuka mulut, no talk. No money, no talk. It's like, with the pembuka mulut - 'Now we're talking!'
.
Awu, andang lawa lai...
.
I'm not saying that we should stop that tradition though. It was just a thought of mine. I just found it funny. Kalau aku kahwin ada pulang tu gangsa atu kali. Nowadays it's just a matter of following the tradition. Mana lagi ada orang sudah kawin baru bejumpa karang ani. Dulu-dulu ganya tu kana tamu-tamu kan atu. Karang ani cubatah, mengamuk kali eh.

Kenapa aku cakap pasal kawin? Antah ah, it just seems like it's the next thing to do, especially after bekeraja and bekereta. HAHAHAHAHAHA hell no.

Tuesday, 18 November 2008

Finally working

If I wasn't starting work tomorrow, I wouldn't have gone to www.blogger.com and update this blog. You see, up till yesterday, nothing interesting have been happening in my life, nada langsung wah. Hence, there was nothing to update anyway. Kalau ku update tiap-tiap hari pun it would be about what I did that day. And trust me it's just makan, tidur & liat tv. Mati karang kamu sorang-sorang membaca keboringan. Post ani boring pulang ni, so bisai-bisai kamu ah.

Yes, I am still alive. Sehat lagi. (In Brunei, the word sehat has two definitions: One, it means healthy. Kedua, it's a polite way of saying how unflatteringly fat someone has gotten.) So by sehat, I'm going for the second definition.

I'm starting work tommorow and I am nervous like hell. I don't know what's going to happen. I guess it's only natural to feel like this. It's just that starting tommorow, a transition will start. It will be a completly different lifestyle. Inda lagi dapat bangun akhir, mesti bangun awal. Inda lagi boleh pakai seluar pendek dari pagi sampai malam, mesti pakai smart pants, baju kemeja and a tie. Man, I feel old. So starting tommorow, I'm officially an adult kah ni kirakan? Woo hoo~ Hahaha keraja sudah, next step: cari bini. Mwahahaha.

Like I said, I will be stationed at MTSSR, as a Pengajar Teknik. Not sure what I'll be teaching though. But I doubt they'll let me teach tarus. Observing classes kali dulu. Like I said, I don't know what's going to happen. Boh sekali kana suruh mengajar tarus :s Haha.

It's 10PM and I should be sleeping. Tapi liat saja ni karang. Mana ku betidur sampai pagi ni. This always happens. When something big is happening the next day, inda ku dapat betidur langsung. Either pasal iski, nervous atau beuri. Bila saja ada big event esoknya, mana ku betidur. Macam orang gila tah ku tu melimpang di atas katil pusing kanan pusing kiri. I think I'll knock myself up with some cough syrup, that should do the trick.

BOH AKU KERAJAAAAAA~

There you go, ladies. Finally a valid reason you can use to consider me as your life companion. Haha. Oh god, lets not get into that. Laters!

Thursday, 30 October 2008

Saya kasi urut free boss

"Eh kenapa kamu surung? Saya cakap trim siring jua saja!"

If you have me on your MSN, then you would probably have noticed that as my personal message on MSN. To be honest, most of the time, I get my blogging inspirations from making a statement arah MSN. Sekali when it gets too long, I'd say to myself: baik tah ku simpan dalam blog. MSN's personal message punya space is very limited. Alum abis cerita ku, inda tia lagi ada space.

Anyway, it's been almost dua bulan aku gundul (by gundul, I mean number 2/3 and not skin-head gundul). I'm the kind of person who gets bored really easily, so I deciced to let my hair grow. But aku suka wah ke kedai gunting. Aku selalu cari alasan kan begunting. Kalau tah boleh tiap-tiap hari ku begunting. So anyway, tadi walaupun aku inda mau bergunting, aku datang jua ke kedai gunting. I initially just wanted my sides to be trimmed sedikit.

Ia keluarkan the electric shaver, sekali I thought ia kan pakai atu untuk trim. Sekali inda. Ia surung rambutku nombor 2. I was like, "Eh kenapa kamu surung? Saya cakap trim siring jua saja!"

"Sorry boss. Boss cakap kasi pendek jua. Mungkin saya salah dengar, boss. Sorry boss! Saya kasi urut free?"

Jadinya tumbuh kali rambut ku tarus kalau ia bagi aku urut free? Mun cematu abis ku suruh orang yang gundul-not-by-choice melawat kadai nya. Sekali urut, tumbuh rambut. Bisai! Hair loss problems finally solved. Right here in Brunei!

Inda pulang ku mental arahnya. I ended up saying "inda apa lah kawan". Kesian jua ku kan ia. Macam kan menangis ada jua usulnya; tapi eksen ku. Kesian jua tu banar. Humans make mistakes wah ah kawan ah. He probably had a rough day. Bininya batah sudah inda call ia kah, kawannya inda kawan ia kah, sandwich nya kana makan kah, apa kah apa kah.

About the free massage, he did end up giving me a ten-minute head massage. Tapi lain rasa ku inda membayar walaupun HE SPOILED MY DREAM OF LETTING MY HAIR GROW. Aku bayar extra sedikit pasal ia sincerely baik. I paid sepuluh ringgit of which $4 gunting, $2 cukur, $2 urut and $2 apology. Mun ia inda apologise and kurang ajar sama aku wah. Ku cukur kepalanya balik sampai ia menangis. Eksen ku. I'm not that mean. Hahaha.

Malar jua aku eksen ani eh. I read in the news that the world's fattest man has gotten married. News like these give me so much hope! =P

Wednesday, 15 October 2008

Hey

How's everybody doing? I'm still in London at the moment. It's hard to get internet here where I stay that's why I've been MIA a little bit. I should be arriving in Brunei next week. Can't wait!

I've stocked myself up with medicines to reduce my hayfever allergies which I always suffer upon my arrival in Brunei. That's the part I'm not so looking forward to. It always happens, and it will keep me damam for weeks. 24 hours of sneezing, watery eyes, bla bla bla.

Speaking of sneezing, I know I sneeze very loudly. But I don't understand how it can be funny. Whenever I sneeze in public, people always laugh at me. I feel like banging there heads against the wall sometimes, but baik jua aku sabar. I can't control my sneeze. I don't like to suppress my sneeze. A lot of people do that though. They sneeze 'inside'. Ijap ku meliat, takut ku telakap bah biji mata durang. Whenever I see them do that, rasa kan ku teriaki wah kadang-kadang. Inda payah tah kan control ayu wah, just sneeze, woman! Well, sebenarnya inda pulang ku sasak. Aku jeles saja aku inda pandai control. But I honestly think sneezing is one of the joys of life.

Apa khabar Brunei ah? Rindu ku. When I left, the hot story was that story which concerns Giant and a family whose son was 'kidnapped' by some supernatural being. I don't mean to be skeptical but is this true? Tau-tau rupanya Si Hua Ho yang buat cerita supaya Giant inda laku. It's possible, isn't it?

I can't believe I've missed another year of going to people's open houses! When I come back next week there will still be open houses pulang ni, which is cool. Bring it on. Weight gain, here I come! I bet at least half of us Bruneians has gained back the weight we've lost during Ramadhan sudah ni. Sebulan punya keraja, seminggu saja hari raya sudah tia belampuhan bilang orang. Baik jua setahun sekali ganya. Mun tiap-tiap bulan wah, abis runtuh ni Brunei ah. Luan barat rakyatnya. Nauzubillah!

It's already late, I'm half asleep and I'm talking crap. Antah, mengingau kali aku ani. I'm going to hit the sack now.

Salam.

Friday, 10 October 2008

BSUnion Hari Raya Celebration 1429H/2008M

Photobucket
Hey everybody. To all students in the UK and Eire, the BSUnion Hari Raya Celebration 1429H/2008M will take place on 19 Oct 08. Please visit www.bsunion.org for more information.

Please help me spread the word by putting the above image on your personal blogs or website. Copy this embed code <*img src="http://i3.photobucket.com/albums/y92/khairulhazirin/raya-flyer.gif"*> (Remove *) and paste it onto your blogs, thank you!