Tepuk dada, tanya hati. Bersih kah hati kita? Kotor kah? Sadang-sadang? Ever heard about the fact that every time we sin, satu noda hitam akan dititikkan pada hati kita. That's one sin, cemana tah keadaan hati kita masa ni? Yang bukan hanya pernah melakukan satu dosa, yang SENTIASA melakukan dosa? Kalau lah hati ni dapat dilihat, gerenti ku sendiri gali meliat, hati ku sendiri. Gerenti hitam punya. Shame.
My dear brothers and sisters, while we realise how dark and filthy our hearts are, are we doing enough things that can cleanse this heart of ours? Kita sendiri yang mengotorkan hati kita; our own actions, our own choices. It's like we're purposely plastering mud all over our hearts. At the same time, cleansing our heart ni pun is still a choice we can make. Why disregard the choice?
Our hearts are like sponges. Kita mesti sentiasa basahkan hati kita. Sponge yang kering tidak akan dapat membersihkan kotoran di piring, unless it's wet. A wet sponge is more likely to cleanse kan? Dengan hati yang basah, insya Allah, dapat membersihkan hati itu sendiri dan jiwa sekaligus. Sponge yang kering tu kan keras. Sponge yang basah tu lembut. Kita mau hati kita keras kah lembut?
Cemana kan basahkan hati! Simple sebenarnya, dekati Allah. Talk to Him and He shall talk to you. Dalam kita solat, kita sebenarnya bercakap dengan Allah. Bila kita baca Al-Qurán, sebenarnya Allah bercakap sama kita. Tapi jangan sekadar baca jawinya, fahamkan maksudnya ;) For which this divine book is the ultimate medicine for a corrupt heart; much like these hearts of ours lah! Allah's firman is more than capable to basahkan hati kita if we let it flow to our hearts, insya Allah.
Set the passage and make way for the hidayah-tsunami to wash out our filthy hearts.
