Monday, 9 November 2009

Sepan? sponge?

It has been narrated by Nu’man bin Basyir that Rasulullah once said, "Sesungguhnya di dalam jasad manusia itu ada seketul darah. Apabila ia baik, maka akan baiklah seluruh jasad. Apabila ianya rosak, maka akan rosaklah seluruh jasad. Ketahuilah... ia adalah HATI."

Tepuk dada, tanya hati. Bersih kah hati kita? Kotor kah? Sadang-sadang? Ever heard about the fact that every time we sin, satu noda hitam akan dititikkan pada hati kita. That's one sin, cemana tah keadaan hati kita masa ni? Yang bukan hanya pernah melakukan satu dosa, yang SENTIASA melakukan dosa? Kalau lah hati ni dapat dilihat, gerenti ku sendiri gali meliat, hati ku sendiri. Gerenti hitam punya. Shame.

My dear brothers and sisters, while we realise how dark and filthy our hearts are, are we doing enough things that can cleanse this heart of ours? Kita sendiri yang mengotorkan hati kita; our own actions, our own choices. It's like we're purposely plastering mud all over our hearts. At the same time, cleansing our heart ni pun is still a choice we can make. Why disregard the choice?

Our hearts are like sponges. Kita mesti sentiasa basahkan hati kita. Sponge yang kering tidak akan dapat membersihkan kotoran di piring, unless it's wet. A wet sponge is more likely to cleanse kan? Dengan hati yang basah, insya Allah, dapat membersihkan hati itu sendiri dan jiwa sekaligus. Sponge yang kering tu kan keras. Sponge yang basah tu lembut. Kita mau hati kita keras kah lembut?

Cemana kan basahkan hati! Simple sebenarnya, dekati Allah. Talk to Him and He shall talk to you. Dalam kita solat, kita sebenarnya bercakap dengan Allah. Bila kita baca Al-Qurán, sebenarnya Allah bercakap sama kita. Tapi jangan sekadar baca jawinya, fahamkan maksudnya ;) For which this divine book is the ultimate medicine for a corrupt heart; much like these hearts of ours lah! Allah's firman is more than capable to basahkan hati kita if we let it flow to our hearts, insya Allah.

Set the passage and make way for the hidayah-tsunami to wash out our filthy hearts.

Thursday, 29 October 2009

Grant my brothers & sisters water

Have you read about the news about how our Palestinian brothers and sisters are denied water by the Israelis? It’s really sad. Durang menyambut air hujan pun kana sekat oleh the Israeli army. Air hujan wah! Rainwater! I mean, it’s bad enough durang inda kana bagi air, so durang usaha sendiri, and yet atu pun kana sekat oleh the Israeli army! Don’t you see how durang saja kan menganiaya orang Islam!

Walaupun in fact, collectively, the Palestinians beguna sedikit saja wah air berbanding dengan orang Israel. They just need water to drink, wudhu and for their personal consumption farms; whereas, on the other hand, the Israelis consume water for their garden’s water fountains and swimming pools on top of their daily water needs!! Zalim, ain’t it!! So, being denied water, they have rely on contaminated water!!

Cuba tani pikir. Di Brunei ani sanang-sanang saja kita kan dapat air. Buka paip; ada air. Buka esbok; ada air. Liat tabuk, hujan di luar; ada air. And yet, kitani inda hargai!! Kita bazirkan lagi tu air atu!! I myself kalau berwudhu, I leave the pipe running sampai ku siap. Inbetween aku membersihkan anggota-anggota yang mesti kena air atu, at the same time terbazir jua tu air yang keluar arah pipe atu! Membazir! Siapa membazir kawan syaitan!! Aku ni kawan syaitan tah ni?! Nauzubillah!! Inda ku tais liur!!

Speaking of rain, how many times in our life kitani komplen-komplen kalau hujan! In fact kitani sumpah lagi tu hujan atu! Let’s take a moment untuk istighfar seketika.

(Sudah? Kalau alum, jangan proceed!)

Sedih kan kalau kitani kanang nasib saudara kitani di Palestine atu? Tapi kitani sedih-sedih saja inda jua pedah-pedah! Kitani bersedih disini inda akan membuahkan senyuman di muka bisdorang disana, masih jua durang sengsara. So apatah yang perlu kitani buat? Aku pun inda tau sebenarnya. Tapi yang penting, kitani mesti usaha lah, ikut perjuangkan apa yang durang perjuangkan atu. Kitani mesti satu team wah sama durang. Kan kitani ni orang Islam, kitani satu ugama, satu aqidah; ertinya kitani bersaudara. Mun kan sedih saja, jangan tah, sayang saja air mata.

Yatahkan… inda pedah-pedah kalau kitani sorang saja kan mau tolong saudara kitani disana atu. Mesti satu Brunei ani sepakat mau tolong dorang. Masalahnya inda semua, bahkan sedikit sekali yang aware tentang isu Palestina. We have to change the society.

Tapi cemana kan change the society? Ramai kali ah! Start with yourself. You are a part of your society. You change, a part of your society change! Then, you can help your family and friends change. They’re also part of your society kan? If they change, a bigger part of your society changes! Sikit-sikit lama-lama jadi bukit! Little little long time become hill!

Sigh. Bila kah tu agaknya hari atu akan datang? Memang hari itu tidak akan datang tanpa usaha kita. Lambatnya datang hari itu hanyalah kerana usaha yang lembab. So kalau mau hari atu datang dengan cepat, tingkatkan usaha!!

Monday, 26 October 2009

Syukur atau kufur?

Malaikat Izrail visits us 70 times a day; which means that we have 70 potential deaths each day! And yet here we are still living. Syukur alhamdulillah! Allahuakbar!

Sometimes we overlook at the things we should be thankful for. Yes, banar, andang banar kitani selalu bersyukur, but often related to money or rezeki. Those, indeed, mesti kitani syukuri; but there are a lot of other things yang patut lagi kitani syukuri. Seperti apa?

Nikmat Allah. Apa kan nikmat Allah ani? Macam-macam! Kitani dapat melihat, nikmat! Kitani dapat mendengar, nikmat! Kitani dapat berjalan, nikmat! Kitani dapat berfikir, nikmat! Semua nikmat! Each day selalu kah kitani ingat akan nikmat Allah? Sebelum kita tidur, ada kah kitani teringat untuk bersyukur akan nikmat-nikmat Allah? (Kitani diberi peluang untuk tidur, merasakan keenakkan katil yang empuk lagi nyaman, masya Allah, nikmat!)

Setiap kali kitani teringat untuk solat, kalau bukan kerana kehendak Allah, kitani tidak akan teringat untuk solat! Allah yang menjadikan kitani ingat untuk solat! Selalu kah kitani bersyukur kerana ingat untuk solat? Jarang sekali

Sama jua kalau ada orang yang memberi kitani peringatan untuk solat, or melarang untuk membuat dosa. Kalau bukan kerana Allah, nada orang yang akan mengingatkan kitani! Nada orang yang akan melarang kitani! BUT BECAUSE OF ALLAH! You see HOW MUCH Allah loves you?

Nasi, ikan, ayam dan sayur yang tersedia diatas piring kitani, kalau bukan kerana Allah, inda ia kan sampai disana. Allah takdirkan jua makanan atu untuk kitani makan! Kalau Allah inda sayang kitani, inda ia kan takdirkan barang-barang baik untuk kitani! Tapi ia bagi jua kitani rezeki! YOU SEE MUCH ALLAH LOVES YOU? But what have we done in return for Him? Do we love Allah the way He loves us?

We humans are like parasites. Yes, indeed, we are.

Cemana kitani kan bersyukur? We often compare ourselves with people who are more successful or richer than us. We should be comparing ourselves with people who are unfortunate than us sebenarnya. Compare the hungry kids in South Africa yang terpaksa minum air kamih kerabau to quench their thirst, and kitani yang diberi peluang untuk menikmati Teh C Special yang sajuk. Our brothers and sisters in Palestine yang sentiasa dibelenggu Yahudi kufar lagi durjana; and kitani di Brunei ani yang selesa serta aman sekali.

From surah Ibrahim, ayat ke-7: [Dan (ingatlah) ketika Tuhan kamu memberitahu: “Demi sesungguhnya! Jika kamu bersyukur nescaya Aku akan TAMBAH nikmatKu kepada kamu, dan demi sesungguhnya, jika kamu kufur ingkar sesungguhnya azabKu amatlah keras”.] From this ayat, we can gather that bersyukur ani satu kewajipan, bukan perkara sunat, bukan perkara harus, tapi W-A-J-I-B, wajib. Pasal kalau kitani inda besyukur, kitani sebenarnya ingkar (kufur nikmat); and if kitani ingkar, azab yang berat menunggu kita!

Bersyukur ani bukan hanya kegiatan lisan, it ain't just reciting alhamdulillah. Sabitkan kalimah syukur atu kedalam hati, dan di dalam setiap tingkah laku. Insya Allah.

Wednesday, 30 September 2009

It's all about moderation

I am sure everyone agrees with me that to change to be someone better is a very hard thing to do. Like I once blogged about a few posts ago, a change will not happen in a flash, no it wouldn’t, but it’s more like a journey. Also in an older post, I have mentioned how I said I wanted to tone down my suka-beibun personality, to try to not laugh out loud as much, perhaps be a little more serious and… kawasan-kawasan yang sewaktu dengannya.

Just recently, I have learned a lesson: there’s only so much you can do, but personality is terlampau deep sampai ke tulang wah kalau kan diubah. Harimau inda dapat dipajal jadi kucing, kucing inda dapat dipajal jadi harimau. No matter how much I try to limit myself, sometimes I just cannot control myself. Sometimes I can, other times I just can’t. I may appear reserved to some people, but appear loud to others. Mungkin kemarin aku diam-diam dapan mu, sekali esoknya inda tia. I get it, you’re confused, but hey, so am I. So. Am. I.

So I seek a that kind of support from you. If you see me pulling a serious face, or just smiling instead of laughing out loud to your jokes, or not giving you eye-contact (if you’re a lady) when I talk to you; and then be the total opposite the next time I see you; please have faith and bear with me.

“Jirin, you don’t seem like how you are on your blog and Facebook. You’re NORMAL in person.”

I get that a lot. That’s because on my blog and Facebook, I’m physically talking to no one; which makes it easier to talk about Islam. I can’t just talk about Islam with anyone, although I wish I could, but I can’t. I’m sure you would understand. I see you talking about some rock band on your blog, but I don’t see you talking about them with me. Why? Probably because you know I’m not into those kind of stuff. It’s totally the same situation with me.

Why do I want to talk about Islam? Islam is TOO beautiful. It’s just TOO beautiful wah TOO BEAUTIFUL! TOO BEAUTIFUL TO THE POWER OF INFINITY! I want everyone else to witness its beauty as well. In a beautiful house, if you stay alone, sunyi kan? No matter how amazing the house is, you will feel lonely. Why not invite your family and friends to experience kehebatan rumah atu kan. Kan? Inda ja? *Hears jaaaaaa~~*

I feel like I HAVE TO talk about Islam. I HAVE TO spread the love of Islam. It feels blasphemous if I don’t. For now, my blog and Facebook is my medium to do so, so please have faith and bear with me.

Coming back to the personality bit, while I try to tone done, cukup aribulan, ada jua keluar tu ulah ku. I guess it's not about changing, but it's all about moderation.

Monday, 31 August 2009

Jasad lampoh ruh kurus

"Hidayah itu ibarat burung yang hinggap di suatu dahan. Jika kita tidak berjinak, atau tidak berhati-hati dengannya, nescaya ia akan terbang meninggkalkan kita."

Susah kitani kan jaga hidayah. Iman atu kadang-kadang naik, kadang-kadang turun, macam Forex. Kadang-kadang melonjak naik, kadang-kadang melonjak turun, kadang-kadang constant. Bila iman atu terasa rendah sekali, ada rasa macam... Is this where I'm going to turn back to jahiliyah?! Nauzubillah. Pada saat-saat almost futur atu tah saat-saat paling sedih sekali, saat-saat kesal. Takut? Tapi kenapa tadi berani berpaling daripada ajaran Allah? Menyasal? Pandai pun menyasal.

You know, kalau kitani berpaling dari ajaran Allah, then Allah will make syaitan sebagai kawan karib kitani. He said so in ayat 36 in Surah Al-Zhukruf. Don't you find that scary? He will make syaitan as our BESTFRIEND if we turn ourselves against his teachings. Definition of bestfriend: "the one friend who is closest to you". So if kitani inda buat apa Allah suruh tani buat, and inda tinggalkan apa Allah suruh kitani tinggalkan, then He shall say kunfayakun and boom! At that very moment, syaitan becomes our bestfriend, the one friend who is CLOSEST to us.

Isn't that just scary? If we obey Allah, then He shall be our company. We disobey, then syaitan will be our company.

Coming back to the bird analogy, so how to make this bird stay? Simple: bagi saja ia makan. Our soul, our ruh, needs food, just like our body. Ruh kitani akan merasa kelaparan kalau kitani inda bagi makan. Segala ibadah atu makanan ruh. Membaca Al-Qurán atu makanan ruh. Pengetahuan islam atu makanan ruh. We have to keep on feeding our ruh. Especially dibulan Ramadhan ani, walaupun kitani berpuasa, ruh kitani jangan dipuasakan. Biar ia sentiasa berbuka. Cukup lah sudah ruh kitani berpuasa selama zaman jahiliyah kitani. Our soul can't stand to fast anymore. Ruh kitani inda tahan lagi kan diet, kesian ia kurus cangkir. Analogy-wise, just keep on feeding the bird, until it's fat, sampai obese kah ia. Biar ia lampoh sampai inda dapat lari terabang pasal kebaratan, macam ayam; inda pandai terabang.

Kalau tadi aku cakap hidayah atu ibarat burung yang hinggap di sesuatu dahan, kalau boleh, hidayah yang telah dikurniakan kepada kitani atu; kitani pelihara seperti kucing yang gemuk (atau terlampau berat) untuk bergerak. Agar bila kaki dihentak di depannya, pun ia masih jua tidak akan lari. Dalam erti kata lain, walaupun jahiliyyah membelenggu, hidayah sentiasa melekat kukuh di hati, insya Allah.

If only my soul is as fat as my body, I'd be so grateful. Hakikat sebenarnya: jasad saja lampoh, tapi ruh kurus karing membari rawan ati. Bila ruh dalam keadaan lapar; kurus karing; dan dahaga; senang saja jahiliyah membelenggu. Kefuturan akan menyerang diri kitani. Bila futur, syaitan akan gembira, because he has just gained himself a new bestfriend.

Semoga kitani semua terdiri daripada golongan yang memelihara kucing-kucing yang gemuk lagi sehat walafiat! Amin~

Sunday, 23 August 2009

I am certain!

I just read the headlines regarding a whipping sentence to a female Malaysian model for drinking beer, and no, that's not the shocking part. The shocking part is this: Malaysian's Ex-PM, Dr. Mahathir, apparently thinks that the punishment is "too harsh". First of all, hukum hudud is hukum Allah. Berani jua ia cakap hukum Allah atu "melampau". How dare he? Mencabar Allah ni anak sorang ani!

This might be "new", but I think it's a good step to deter it's society from committing sins as such. Unfair on that lady? I disagree. It will only do her good, if not in dunia, definitely in akhirat inysa Allah. *Cakap M'sia ku sekajap* Dr. Mahathir, boleh tak awak bace Surah Al-Baqarah ayat 216? Ape yang awak rase tak baik tu mungkin baik, dan ape yang awek rase tak baik tu mungkin baik, kan Allah maha mengetahui?

Okay think of it this way. One woman drinks beer and gets whipped. Unfair? What if: one woman drinks beer then drives car then hits another car and kills innocent individual, or family for that matter? Fair? or unfair?

It's like he's saying that drinking beer is a minimal offence. Pikir nya sama macam membuang chewing gum di jalan raya kali! Pikir nya sama macam melapkan tayi idung arah escalator kali! Our world has become so secular that its destroying us without us realising it!

One more thing! There is NO SUCH THING as a moderate muslim individual, or a moderate muslim country for that matter. It's either 100% muslim, or not muslim at all. What is his agenda? I mean, really? If you ask me, I think his agenda is to even more secularise Islam, (macam tah he hasn't done enough) believe it or not, I AM CERTAIN.

Maybe I should just baik sangka. Mungkin ia inda paham saja kali. Allah Maha Mengetahui.

Friday, 21 August 2009

Selamat berpuasa

Ramadhan is upon us, my dear friends! Alhamdulillah, sekali lagi Allah telah mengurniakan kitani semua kesempatan untuk menikmati bulan penuh rahmat ini. Ingatlah, datangnya Ramadhan pada tahun ini menjadikan bulan-bulan Ramadhan yang akan datang bertambah sedikit. Jadinya manfaatkan Ramadhan ini sepenuhnya seperti ianya tidak akan menjelma lagi! Pasalnya kan... We don't know when our leaf is going to reach the ground; in other words: inda kitani tau bila kitani mati, so this might be our last Ramadhan. So, spend it wisely my dear friends!

Selamat menyambut bulan Ramadhan 1430! Marbahan ya Ramadhan!

Wednesday, 29 July 2009

Mow mow mow your lawn

Assalamuálaikum Warahmatullahi Wabarakatuh!

Here’s one situation I want you to reflect upon! Bear with me; this should be interesting to read. I’ll try to make it interesting insya Allah! I realise my previous posts might have been like YAWNSVILLE to most of you, but insya Allah, you won’t yawn while reading this post. Kalau kamu menguap jua masih, baik tah minum kopi! Kelurusan mengantuk tah kamu tu kali. Baik tah tidur dulu sepuluh minit!

Kan rumput rumah kitani sentiasa akan tumbuh dan mungkin menyemaki laman rumah kitani. Setiap bulan jua kitani akan mengupah tukang potong rumput untuk memotong rumput around our house kan?

So here’s the situation; two separate tukang potong rumput comes to your house. Seorang dari Wee Kat Lum Put Sdn Bhd; seorang lagi dari Mower Rangers Sdn Bhd. Si tukang rumput dari Wee Kat Lum Put Sdn Bhd just comes to your house and mows your lawn without your consent. Tarus-tarus wah ia sesuka hati potong rumput rumah mu tanpa izin. On the other hand, si tukang rumput dari Mower Rangers Sdn Bhd politely knocks on your door and asks for your consent dulu sebelum ia start potong rumput your lawn.

In this case, who would you pay? You would end up paying Mower Rangers Sdn Bhd kan? No matter how bisai jua keraja Wee Kat Lum Put Sdn Bhd, you will still be in favour of Mower Rangers Sdn Bhd kan?

Another analogy! Apa bezanya di antara...

1. Orang yang picik your jerawat tarus-tarus while you’re walking around at the mall.

2. Orang yang you personally request and give consent to touch your face and picik your jerawat.

Of course you will be in favour of person number 2 kan? Walaupun person number 1 atu pakai gloves, pakai anti-septic kah ia, ilang tarus jerawat oleh nya kah ia. You will still be in favour of person number 2 right? Because jerawat kitani sedang dipicik dengan keredaan kitani.

Okay hold that thought dulu! Bear with me! Question: kenapa Allah tidak menerima ibadah orang yang inda beriman? Kenapa Allah HANYA menerima ibadah orang yang beriman?

Maksudberibadah tapi inda beriman & bertaqwaani ialah seperti orang yang solat tetapi masih lagi melakukan maksiat, misalnya zina.

No matter how much orang atu beribadah, betasbih sejuta kali kah ia, sembahyang sunat beratus-ratus rakaat kah ia, Allah tidak akan menerima ibadahnya jika ia inda beriman & bertaqwa. Tapi kalau ketani beriman & bertaqwa kepada Allah, walaupun ibadah kitani sedikit, insya Allah akan Allah terima dan insya Allah pahala pun akan dilipat gandakanNya. Amin ya rabbal al-amin!

Tapi jangan pulang kitani give up kalau kitani rasa kitani ani balum lagi beriman. Awda mungkin akan berkata, Jangan tah ku sembahyang nah! Inda jua kana terima ibadat ku ani!”. Jangan cematu eh. Kitani mesti usaha and practice sampai ketani sampai ke tahap beribadah untuk beriman kepada Allah. Insya Allah dengan doa dan usaha, ibadah kita akan di terima Allah! AMIN!

Semoga kitani di antara golongan Mower Rangers Sdn Bhd atau pemicik jerawat yang terlebih dulu meminta izin kepada tuan empunya muka! Mwahahaha!

Thursday, 25 June 2009

Seek for Allah

Sebagai manusia, memang sudah fitrah yang ketani ani lemah dan mudah lupa. Ada diantara ketani ani, terlampau selesa dengan ilmu pengetahuan yang ketani ada. Ketani lupa yang ketani ani sentiasa dalam keadaan kekurangan. Tentang islam, ketani mungkin akan berkata bahawa ketani tahu atau sudah mengenali Islam. Tetapi, adakah ketani faham, benar-benar faham, tentang agama ketani?

Allah mencintai hamba-hambanya yang sentiasa menuntut ilmu; apa saja jenis ilmu yang mendatangkan kebajikan, biochemistry kah ia, engineering kah ia, architecture kah, sociology kah, apa kah, asal saja bukan ilmu kotor atau ilmu hitam. Memang menuntut ilmu ani satu tuntutan dalam agama ketani. Tetapi, ingatlah wahai anak Adam sekalian, Allah LEBIH mencintai hamba-hambanya yang sentiasa mencari ilmu yang berkait-paut dengan agama nya, iaitu agama Islam ketani. Kalau ketani mencari ilmu tentang Islam, ketani sebenarnya mendekati dan mengenali Allah. Kalau ketani mendekati Allah, insya Allah, ketani akan didekatiNya jua. Hence, kalau ketani menjauhi Allah, nescaya ketani akan dipinggirkanNya sebagaimana ketani telah meminggirkanNya. Nauzhubillah.

Walaupun ramai diantara ketani sudah abis darjah 6 sekolah agama dulu, jangan dititik-noktahkan disana pencarian ilmu Islam. Walaupun kebanyakkan diantara ketani masa ani belajar kursus-kursus ataupun bekerja di dalam jurusan lain, ketani boleh, pada masa yang sama, mencari ilmu Islam secara tidak formal, seperti memahami Tafsiran Al-Qur’an dan Al-Hadith, membaca buku-buku islami, mendengar ceramah-ceramah islami, menghampiri atau berkawan dengan orang-orang yang faham agama, dan sebagainya. Macam-macam caranya. Semua ani boleh ketani usahakan. Apa nya orang, di mana ada kemahuan, di situ ada jalan.

In my honest opinion, I really think it is important for us to make friends with people who we know understand Islam. They may not necessarily be dikalangan ustaz atau ustazah. They can be any of our friends. I am sure ada diantara kawan-kawan ketani, walaupun muda, memahami agama. Kalau inda pun, perhaps kenalan atau friend of a friend.

There are some people who believe that they are better off learning Islam atau beribadat themselves. This, I totally reject. If indeed, kan buat perkara baik-baik atu ketani patut buat bersendiri-sendiri, then Rasulullah SAW, as our leader, would have set that example, he would have stayed in Gua Hira and not deliver Allah’s message to the rest if the ummah. He would have let everyone else find their way to Allah themselves. But, he didn’t. He exited Gua Hira with a mission to deliver Allah’s message to the rest of the ummah. Nabi Muhammad SAW is our leader, he is the best examplar and we should follow his footsteps.

If you hadn’t realised, ada banyak hadith Rasulullah SAW yang mempunyai content yang similar tapi di riwayatkan oleh sahabat baginda yang berlainan. This is a proof that Nabi Muhammad SAW was often surrounded by his sahabats. Again, this just supports the need of the ummah to unite together.

Cuba renung seketika. Dalam Al-Qur’an, apabila Allah menyeru manusia, Allah sering mengatakan ‘Wahai ORANG-ORANG beriman...’, tidak pula Dia mengatakan ‘Wahai ORANG beriman’. This is a clear evident that Islam ani bukan untuk ketani secara individu sahaja, tetapi untuk seluruh umatnya.

Macam main bola wah, inda jua siuk kalau ketani main sorang-sorang. Lagi siuk kalau ketani ada team kan. Sama jua dalam context mendekati Allah ani, lagi siuk kalau ketani ada kawan-kawan yang mempunyai agenda yang sama. It will be much more effective. Aku buat salah, kawan ku tagur aku. Kawan ku salah, aku tagur ia. Kalau ketani sendiri-sendiri, then ketani buat salah, siapa tah kan menagur ketani? Kan?
Surah At-Taubah, Ayat ke 71: "Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, SEBAHAGIAN MEREKA (ADALAH) MENJADI PENOLONG SEBAHAGIAN YANG LAIN. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan solat, menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana".
Ada satu Al-Hadith atu, kira-kira bermaksud along the lines of: Kalau ketani kan bekawan ani, ada dua jenis kawan. Kalau ketani bekawan sama petukang minyak wangi, kalau inda pun ia membari ketani minyak wangi, at least ketani dapat mencium bau wangi nya atu. Kalau ketani bekawan sama petukang besi, kalau inda pun ketani terkena percikan api, we are more likely to ampit bau busuk si petukang besi atu. In other words, if you befriend good people, you are most likely to be influenced to be good. If you befriend bad people, you are most likely to be influenced to be bad. So, take your pick. Hehe. At the same time, do not leave your friends yang so-called 'bad' jua. Now, they've become your responsibilty to influence them to be good.

Ok, I don't think I have anything else to add. If you have anything else to add, by all means, sambung saja post ani dalam section comments :)

Monday, 1 June 2009

Jangan suka ketawa

Memang inda dapat dinafikan, dan kamu semua pun tahu, aku ani andang jenis yang yang suka banar kan beibun. Beibun, beibun, beibun. Iatah ganya keraja ku kalau aku bejumpa dengan kawan-kawan ku. Ada pepatah inggeris yang mengatakan, bila di translate, kira-kira berbunyi: satu hari tanpa ketawa ialah satu hari yang terbuang.

Walaupun aku kaki beibun, aku tau statement atu inda lurus. Aku sebenarnya tau banyak ketawa ani andang inda bagus. Aku tau. Tau ku, setan suka kalau manusia beibun saja kerajanya. Tapi kenapa aku masih jua suka beibun?

Around a year ago, aku ada kemahuan untuk tone down sedikit. I tried, and I tried, but I keep on failing. In fact, aku rasa macam aku lebih teruk lagi. Antah, inda ku tau mengapa.

Kadang-kadang aku pikir, what is it that I’m trying to achieve by joking around saja keraja ku ani. Adakah aku mau orang disekeliling ku menyukai aku? Or do I want that satisfaction that I get when I make people happy? Whatever it was, it is clear that my goal in life was, in fact, FAULTY. I was probably so obsessed in making people to be fond of me, when in fact, sebenarnya aku secara tidak langsung lupa yang aku INDA melakukan apa-apa untuk membuatkan penciptaku, Allah 'Azzawajalla, untuk mencintaiku. I didn’t do anything to impress my creator, but INSTEAD aku cuba membuatkan manusia disekeliling ku suka kepada ku. I chose to please people around me instead of pleasing my Lord.

Sekarang, aku Insya Allah sedikit sebanyak menyedari apa yang salah dan apa yang lurus (macam baru baligh rasaku eh), kalau boleh aku inda mau lagi kan beibun. Bila ku sorang-sorang, memang ku bepikiran cematu. Tapi bila ku ditemukan sama kawan atau orang-orang yang sekepala sama aku, sikap ku yang suka beibun atu datang tia lagi sekali. Kadang-kadang inda sadar. Sekali sudah balik rumah, barutah kan istighfar. Baru tah sadar yang aku telah menhambakan diriku kepada syaitan yang mungkin telah menghasutku untuk beibun. Lamah aku atu, secara inda sedar, aku telah tunduk kepada hasutan syaitan.

Banyak ketawa boleh mematikan hati. Kalau hati ketani mati, hati ketani menjadi gelap. Dengan hati yang gelap, ketani inda akan mudah menerima hidayah Allah. Nauzubillah. Aku takut, takut ku aku berpaling semula ke jalan yang salah.

Nabi Muhammad SAW inda pernah ketawa, kalau baginda mendengar sesuatu yang lucu pun, paling-paling pun, baginda hanya akan tersenyum. This is the one attribute I’d like to mimic at the moment. Tapi payah. Tapi mungkin perlahan-perlahan, insya Allah. Tapi, ada suara di dalam hati ku mengatakan: “Jirin, kalau kau tone down, karang orang cakap kau boring”. Aku inda kira kalau kamu cakap aku boring, yang penting, Allah inda akan boring sama aku.

A friend’s personal message on my MSN reads out “Life in this world is nothing but a deceiving enjoyment 57:20” Sila renungkan.

Beibun, becali, becanda, ketawa, inda salah tapi mesti besederhana. Jangan saja nya orang ketawa sampai terburai segala isi parut, sudah, khalas! Kalau kamu mau tau lagi dengan lebih detail, kamu research sendiri. Ada limitations nya. Tapi pokoknya, aku mau pipe down, end of story. Reflect upon sabda Nabi Muhammad SAW yang sebuting ani: “Sebaik-baik urusan biarlah besederhana.”

Allahu'alam.

Monday, 25 May 2009

Dream worth dreaming

Last night, I dreamt of not going to work on a Monday. It was awesome. Epic. I woke up with tears of joy running down my cheeks, both my palms placed on my heart.

Sunday, 17 May 2009

Hijrah

Before understanding what the word 'hijrah' actually means, two things come to mind when someone mentions the word, one, Nabi Muhammad's migration from Makkah to Yathrib (Medinah), and two, the Islamic calendar system.

The word hijrah is not just limited to that definition which concerns migration to a new place, or just that word we put next to the Islamic year in writing. It is also defined as the change in one's current state to a better one. By 'state', I don't mean state as in Sarawak or Shanghai, I mean state as in attitude, character, or frame of mind. Secara straightforward, hijrah is like leaving all acts of sin and performing all acts claimed by Allah. Dengan meninggalkan segala dosa dan melakukan semua perkara yang Allah suruh, ketani telah berhijrah dari menjadi individu yang kurang baik / lemah / jahil untuk menjadi individu yang lebih baik / kuat / beriman / bertaqwa.

Apakah ketani inda mau yang terbaik bagi diri ketani sendiri? We ALWAYS have that option to hijrah or not to hijrah. Petunjuk atu kadang-kadang nya sedia ada, there are so many things in our daily life that can remind us of Allah, tetapi it is up to you absorb petunjuk atu ke dalam fikiran dan hati ketani. Sekiranya ketani ignore, sentiasa tia ketani dalam keadaan rugi.

Berniat kan berubah saja inda memadai, ketani mesti usaha jua. Well, bagus pulang tu ada niat sudah. After all that's how it starts, dari niat ketani. Tapi tanpa usaha, inda ketani kan begarak. Allah inda kan mengubah diri ketani kalau ketani sendiri inda berusaha mengubah diri ketani sendiri (reflect 8:53). He won't help us if we don't help ourselves. If we don't help ourselves, why should He? Sama jua dengan petunjuk atau hidayah, Allah inda kan membagi ketani pentunjuk kepada ketani UNLESS ketani sendiri mahu diberi petunjuk di lubuk hati ketani. Only Allah knows the contents of our heart. We may claim that we know how we feel. We may claim that we do want to change. But Allah knows what's hidden deep in our hearts, our innermost intentions (reflect 28:56).

Hijrah is a journey. It doesn't just happen as you click your fingers. Hijrah is a process, along which you will face challenges which will either make you turn back, or otherwise. If you turn back, you are weak. Allah sengaja bagi ketani these challenges, untuk menguatkan ketani. Allah is our creator, of course he knows what we're capable and incapable of. Sekiranya tah ketani inda mampu, Allah inda kan membagi ketani ujian atu. In other words, Allah knows ketani gerenti pass wah tu. Tapi, jangan lapas tangan cematu saja, usaha atu penting. Oh, sabar is another thing. Ketani mesti sabar (reflect 2:155) and NEVER EVER putus asa kepada Allah (reflect 39:53).

Ketani semua wajib berhijrah. Kalau ketani berfikiran: eh esok tah ku hijrah; lusa tah ku mula hijrah; 1 Januari 2020 tah ku hijrah; I'll hijrah when I'm old and grey; time ku tua. Masalahnya, benyawa ketani masih esok lusa? Jangan tah tahun 2020, esok pagi gerenti kah ketani hidup masih? Hijrah masa tua? Ada confirmation kah ketani sampat tua? We don't know. This whole hijrah thing, it's like dieting. A diet should never start tomorrow, it should start at this very moment.

"Insya Allah aku hijrah bila hati ku terbuka" - masalahnya, kalau inda tebuka? Cemana? Dengan itu, berusahalah untuk membuka nya. If you just stare at a door, it won't open by itself. First you have to come to the door. Then, you need to turn the door knob and push the door in order to open it. Kadang-kadang pintu atu berkunci lagi tu. So, find the key lah. Just waiting for the key to come won't help us. Now, once the door is open, don't just stand there, ENTER it. Enter it whole-heartedly. Surah Al-Baqarah Ayat ke 208:
"Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara KESELURUHAN, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah syaitan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu."
Semoga ketani semua diantara golongan yang berhijrah. Lets all leave our jahil selves, and together we devote ourselves to Allah The Almighty. Amin.

Sunday, 26 April 2009

Islam kan ketani ani?

Assalamuálaikum.

Ketani sebagai umat Islam, sorang-sorang tau apa isi Rukun Iman. Rukun Iman yang ke tiga reads out "percaya kepada kitab-kitab Allah". Sure, you can say you believe the Al-Qur'an. But do you really? Dengan mengatakan percaya, ketani jua mengatakan bahawa ketani percaya kepada setiap kata-kata Allah SWT dalam Al-Qur'an. With that said, you have also made a promise that you will obey all words of Allah within the kitab. So if you disobey His words, can you still say that you PERCAYA?

Islam is not just about reciting the Syahadah. It's not just praying five times a day. Not just about membayar zakat. Bukan sekadar puasa semasa bulan Ramadhan saja. Bukan setakat menunaikan Haji di Mekah. Yes, secara ASAS it probably is, but Allah ada berfirman di dalam Surah Ali-Imran ayat ke 110, yang kira-kira bermaksud:

"Umat Islam adalah umat yang terbaik dilahirkan buat manusia, kerana kamu menyeru kepada perbuatan makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka, ada yang beriman, namun kebanyakkan mereka adalah orang yang fasik."

If you analyse that ayat quoted above, Allah has clearly said that ketani orang Islam ani is the best among the human race he has ever created. Because ketani menyeru kepada perbuatan yang ditagih oleh Allah, mencegah dari perbuatan yang ditegah oleh Allah, dan ketani beriman kepada Allah. Tapi kalau ketani inda buat cematu? Cemana? Inda tah Allah recognise ketani sebagai umat yang terbaik (orang Islam) tu? Wallahu'alam. Allah has clearly given us a guideline untuk menjadi umat yang terbaik:

  1. Promote good deeds amongst ourselves.
  2. Prevent bad deeds amongst ourselves.
  3. Beriman kepada Allah.

Kenapa ketani mau jadi umat yang terbaik, you may ask yourself. Mengapa? Inda cukup kah kalau aku jadi umat yang sadang-sadang saja? Inda cukup kah kalau aku buat perkara-perkara dalam rukun Islam yang lima atu? You can, tapi atu lah umat Islam yang 'siuk sendiri' namanya. Ia tah ganya seorang kan beriman kepada Allah. Tapi inda ia mengajak orang disekelilingnya beriman. Inda ia melarang orang membuat dusa yang tarang-tarang dapan mata. Karit tu orang cematu atu namanya. That's usually the case here in Brunei, most of us have that "Aku, aku. Kau, kau." concept of thinking.

Di Brunei ani, we all have the mind set yang ketani ani sudah sebuah negeri Islam. We are too comfortable with the state of our country. Negara Brunei Darussalam ialah sebuah negara Islam. Tapi nya Islam banar kah ketani ani? Jadinya negara ketani ani negara Islam, automatically tah ketani ani Islam, so inda payah tah ketani beriman kepada Allah? Cukup kah sekadar arah IC ketani tertulis bahawa ketani bergama Islam?

Think, and reflect. Sila fikirkan dan renungkan. This entry is all over the place, but I hope you get the message I'm trying to convey. Semoga bermanfaat =)

Tuesday, 7 April 2009

Sacrifice

Sometimes ketani terpaksa sacrifice sesuatu, walaupun ketani inda sampai hati kan sacrifice, tapi kadang-kadang, mesti jua ketani sacrifice. Ketani tah inda kan suka apa ketani buat atu, tapi barangkali apa yang ketani buat atu boleh jadi kebaikan untuk ketani. Inda tah ketani tau apa kebaikannya barang atu untuk ketani, tapi Tuhan maha mengetahui.

(Based on Al=Baqarah Ayat 216)

Macam ubat. Andang pahit, inda ketani suka. Baik kah inda baik kah ubat atu untuk ketani, Tuhan saja yang tau. Dengan kuasanya ia baik, dengan kuasanya jua ubat atu inda baik arah ketani.

I hope orang yang aku mau paham, paham what I'm trying to do.

Salam.

Saturday, 4 April 2009

Useless TV

I hate it when they display TV sets in waiting areas without the volume on. Like, it just beats the purpose of the TV being put there. Kirakan, the main purpose of the TV being put in the waiting lounge is for people to not get cranky while waiting kan? So that we don't get all bored. But, if the volume is muted, inda tia pedah-pedah. Nahe. La.

Like the other day, I was waiting for my parents to keluar from the arrival hall. So I waited lah arah kerusi atu. They displayed a few TV sets and American Idol was showing. Tapi nada volume. It's American Idol! Mesti jua ku mendangar suaranya tu? See, if you show American Idol without the sound, it's no longer American Idol, Babau Idol barangkali!

Same thing happened today, I was at the post office. I had to send some documents overseas. I took my number and patiently waited for my number to be called. Yes, again, there was a TV. Tapi no sound jua. A ceramah was showing. Tapi antah, once again, ceramah babau kali!

I know you must be thinking: "Eh ani pun si Jirin kan mentalkan kah?" Inda pulang, tapi annoying wah, and I shit you not, I get annoyed really really easily. Like the other day, aku ani kan barus gigi wah (I know sudah pulang ku ceritakan ni arah Facebook), sekali ubat gigi ku ani macam tinggal sikit. Berabis-rabisan ku picik sampai keluar jua Colgate atu kirakan cukup-cukup untuk sekali barus gigi lah. Sekali apa nah, tegugur tia wah the toothpaste ah out of my toothbrush. Frust gila ku, I shit you not. Apa lagi, tarus ku talangkan wah barus gigi ah. Mental ku yo!

Awu, sekadar pulang ni, like hal-hal damit pun kan ku mentalkan. It's the build-up, trust me. Kes melapaskan garam wah tu banarnya. These are the only things I allow myself to be mental about, when in fact, in my mind, I'm actually mental about things that I can't publicly rant about. You understand? Anda faham? Entiende?

Okay aku mengantuk sudah. Salam!